Langsung ke konten utama

Aksi Nyata Topik 5 Teknologi pembelajaran-PPG Prajabatan 2022

 

AKSI NYATA

MEMBUAT PERANGKAT WEB DALAM PEMBELAJARAN

 

Nama: Latifah Aida

Kelas : Bahasa 2

Pada aksi nyata ini saya membuat Web pembelajaran dalam bentuk Blog. Berikut link Blog yang saya buat:

https://latifahaida.blogspot.com





 

 

 

 


                                                                  

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Contoh Modul Ajar Teks Prosedur (PPG Prajabatan 2022)

  MODUL AJAR TEKS PROSEDUR   Nama Sekolah                    : SMP Negeri 1 Selong Mata Pelajaran                  : Bahasa Indonesia Materi                                 : Teks Prosedur Kelas/Semester                   : 7/1 (satu) Tahun Peserta didikan                  : 2022/2023 Alokasi Waktu                   : 1 x pertemuan (3 x 40 menit)   Mata Pelajaran Ba...

RUANG KOLABORASI Topik 3 Prinsip pengajaran dan Asesmen- PPG Prajabatan angkatan 1 2022

  HASIL DISKUSI RUANG KOLABORASI KELOMPOK PPL SMPN 1 SELONG 1.       Komponen Modul Ajar Informasi Umum •   Identitas penulis modul •   Kompetensi awal •   Profil Pelajar Pancasila •   Sarana dan prasarana •   Target peserta didik •   Model pembelajaran yang digunakan Komponen Inti   •   Tujuan pembelajaran   •   Asesmen •   Pemahaman bermakna •   Pertanyaan pemantik •   Kegiatan pembelajaran •   Refleksi peserta didik dan pendidik Lampiran   •   Lembar kerja peserta didik •   Pengayaan dan remedial •   Bahan bacaan pendidik dan peserta didik •   Glossarium   •   Daftar pustaka 2.       Guru harus menyesuaikan proses pembelajaran dengan tingkat capaian dan karakteristik peserta didik dengan tujuan untuk: a.    ...

Rancangan Aksi Nyata Topik 4 Pemahaman Tentang Peserta Didik dan Pembelajarannya - PPG Prajabatan

RANCANGAN AKSI NYATA PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI, PENGAJARAN YANG RESPONSIF KULTUR, DAN PENGAJARAN SESUAI LEVEL (TEACHING AT THE RIGHT LEVEL) Nama    : Latifah Aida Kelas    : Bahasa 2 LPTK   : Universitas Hamzanwadi 1.       Latar Belakang Pembelajaran berdiferensiasi  dan pengajaran sesuai level diterapkan karena didasarkan pada  keyakinan bahwa setiap anak terlahir dengan keunikannya masing-masing. Mereka membawa kekuatan kodrat alamnya sendiri di mana kita sebagai pendidik harus bisa memberikan kesempatan belajar yang sama sesuai kebutuhan dan tingkat capaiannya   masing-masing. Tidak semua anak memiliki kesiapan belajar dan tingkat capaian pembelajaran yang sama, tidak semua anak memiliki minat dan bakat yang sama, tidak semua anak memiliki gaya belajar yang sama,dan  tidak semua anak suka berkelompok, ada anak yang suka berbicara, ada yang suka berhitung, siapakah yang suka menulis, atau tidak ...